Pada hari Sabtu, 23 November 2024, SMP Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro menggelar pemilihan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk masa bakti 2025. Acara ini berlangsung di Aula SMP, dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB. Rangkaian acara dimulai dengan rapat koordinasi panitia, dilanjutkan dengan persiapan orasi pasangan calon ketua OSIS. Setelah itu, panitia memberikan pengarahan terkait tata cara pemilihan. Selanjutnya, pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS menyampaikan visi, misi, serta program kerja mereka. Pasangan pertama adalah Faizullah Setiya Hayyu dan M. Mauluda Tifatul Zidan, sedangkan pasangan kedua adalah Ghiyats Dzunnuha dan A. Sohibul Ikhsan. Setelah orasi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan memberikan pengarahan kepada para pemilih. Kemudian, pemungutan suara dilakukan secara tertib dan rahasia oleh 70 pemilih yang terdiri dari siswa dan guru yang hadir. Proses penghitungan suara dan rekapitulasi hasil pemilihan dilakukan de...
Bojonegoro – Suasana haru dan bangga menyelimuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang digelar di SMP Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro, Senin (25/11). Uniknya, seluruh petugas upacara pada kegiatan ini adalah para guru, menunjukkan semangat kebersamaan dan kekompakan mereka. “Kami ingin menunjukkan bahwa guru juga bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa,” ujar Bapak Abdul Wahab, guru TIK yang bertindak sebagai pemimpin upacara. Sementara itu, dalam amanatnya, Bapak Agus Muhammad Ihsanuddin, S.Si. M.Pd., Kepala Sekolah, menyampaikan, “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan bangsa. Mari kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru.” Upacara yang berlangsung selama 1,5 jam ini diakhiri dengan doa bersama.
Karya: A. Musthafa Ibrahim Bara dan Dian adalah sahabat akrab sejak kecil. Mereka berdua mondok di pondok pesantren Al Huda selang 2 tahun. Mereka berdua terkenal di pondok sebagai “Ghost Hunter” atau pemburu hantu, karena tingkah mereka berdua yang suka uji nyali kala waktu malam hari di hutan belakang pondok buat nyari hantu-hantu (ulah iseng). Suatu hari, seusai diniyah, Bara mengajak Dian buat uji nyali lagi mumpung malam jumat. Tepat jam 23.00 malam merekapun keluar ke hutan belakang pondok sambil membawa senter dan tas yang berisi alat-alat. “Enaknya, malam ini nyari siapa? Tanya Dian membuka percakapan. “Nyari kunti bocil yuk” jawab Bara sambil menghadapkan jempol dan telunjuknya atas bawah. “Ngapain? Orang kita udah sering ketemu ama mbak kunti” sahut Dian kurang tertarik. Diangkatnya tasnya yang agak melorot lalu melanjutkan langkahnya. Bara menyusul. “Tapi ini yang versi mini (kecil)” “Menurutku gak ada bedanya. Sama aja kuntilanak” “Hihihiiii” ...
Komentar
Posting Komentar